SI PEGIAT LITERASI INDONESIA

Sejak kanak-kanak, kata-kata, buku, dan cerita adalah ‘mata uang’ Windy Ariestanty untuk terus melakukan kesenangannya.

  • Windy
    Ariestanty

    Penulis
    dan editor
  • Windy AriestantyPenulis dan editor
  • Dari nenek dan kakeknya, Kebiasaan-kebiasaan membaca buku tertanam sejak kecil yang akhirnya membentuk pribadi Windy.

Windy belajar betapa membaca, menulis, menyimak lalu memahami, dan mampu menguasai ilmu hingga mampu mencari solusi dari suatu masalah adalah hal-hal dasar yang penting dimiliki siapa pun.

Bersama temannya, Windy lalu mendirikan Patjar Merah, sebuah festival literasi kecil dan pasar buku selama sembilan hari yang diadakan di tempat-tempat merakyat dan berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya di Indonesia. Tujuannya adalah agar masyarakat dari berbagai usia dan kalangan bisa bersenang-senang dan merayakan literasi bersama.

  • Bukan minat baca dan berliterasi di Indonesia yang rendah, melainkan akses terhadap literasi tersebut yang tidak merata. Makanya, patjarmerah adalah salah satu cara kami membuktikan bahwa mitos itu tidak ada. Ketika akses dibuka dan platform diciptakan dengan seadil dan semenarik mungkin, maka orang akan beramai-ramai datang.

  • Bukan minat baca dan berliterasi di Indonesia yang rendah, melainkan akses terhadap literasi tersebut yang tidak merata. Makanya, patjarmerah adalah salah satu cara kami membuktikan bahwa mitos itu tidak ada. Ketika akses dibuka dan platform diciptakan dengan seadil dan semenarik mungkin, maka orang akan beramai-ramai datang.

  • “Pencapaian terbesar bagi kami bukanlah pujian dari orang lain ataupun penghargaan, melainkan ketika apa yang kami kerjakan ini berguna dan punya dampak buat banyak orang.”

"Kami sangat senang ketika tahu para tukang parkir, preman, dan pedagang di sekitar patjarmerah datang untuk membeli buku. Kami bahkan memberikan tambahan diskon untuk mereka. Tukang parkir mencari buku-buku untuk anaknya dan ibu pedagang bakso akhirnya berhasil mewujudkan perpustakaan kecil di rumahnya karena mendapatkan banyak buku bagus berharga murah di patjarmerah.

Baca Cerita I Shape My World lainnya