Tantangan berbeda menjadi
seorang Dokter

Penolakan dari keluarga atau tantangan di lapangan tidak
membuatku berhenti. Simply because it feels right. Aku merasa
berguna sebagai manusia.

  • Debryna
    Dewi,

    Lumanauw
    Dokter
  • Debryna Dewi,
    Lumanauw Dokter
  • Ada kekuatan dibalik kelembutan perempuan kelahiran Magelang, 28 tahun lalu ini. Meski tanpa seragam scrub hijau yang ia pakai sehari-hari saat bertugas, Debryna Dewi Lumanauw memancarkan ketenangan dan karisma khas sang dokter dari balik wajah dan gerak-gerik tubuhnya.

Keseharian Debryna sebagai dokter tim INASAR (Indonesia Search and Rescue) membuatnya harus sigap dalam waktu kurang dari 30 menit setiap kali menerima panggilan untuk menyelamatkan korban bencana.

Tentunya tak mudah berkarya dalam tim yang deployed atau terjun langsung ke lapangan sebagai satu-satunya perempuan dan berusia paling muda. Berada di dalam tim yang berisi lebih dari seratus orang laki-laki kerap membuat Debryna mendapatkan perlakuan ‘istimewa’, yang justru membuatnya jengah.

  • ”Aku nggak masalah harus keluar masuk terowongan, memanjat bangunan, atau menggotong tabung oksigen sendiri.”

  • ”Aku nggak masalah harus keluar masuk terowongan, memanjat bangunan, atau menggotong tabung oksigen sendiri.”

  • Menurutku, menyetujui perlakuan istimewa yang diberikan kepada kita cuma karena kita perempuan akan membuat perempuan semakin diremehkan, jadi jangan sampai jadi dependent on it,” ucap anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Sejak kecil, kedua orang tuanya selalu membebaskan Debryna mencoba apa saja. Meski terus digoda untuk pindah jalur, ia terus menggeluti profesi sebagai dokter di lapangan yang menurutnya telah menjadi panggilan jiwa dan terus memberikannya tantangan. “Penolakan dari keluarga atau tantangan di lapangan tidak membuatku berhenti. Simply because it feels right. Aku merasa berguna sebagai manusia.”

Baca Cerita I Shape My World lainnya